Leverage
IB FXCM Indonesia No Comments

Ada pemikiran bahwa leverage lebih besar akan lebih menguntungkan karena margin yang dibutuhkan untuk membuka posisi menjadi lebih rendah.
Apakah Anda memiliki pemikiran seperti itu? Jika ya, maka kami sarankan untuk terus membaca artikel ini. Anda akan lebih memahami tentang leverage karena sebenarnya leverage itu ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi memang bisa memberikan keuntungan tetapi di sisi lain ada bahaya tidak disadari sebagian besar trader. Bahayanya baru disadari saat uangnya habis karena terkena auto cut karena modalnya tidak cukup menahan floating loss.

Apakah leverage itu ?

Leverage dalam dunia trading forex merupakan fasilitas modal yang diberikan oleh pialang untuk membuka posisi per lot transaksi. Dengan adanya leverage ini.
Anda bisa bertransaksi dalam nilai yang besar hanya dengan membutuhkan modal yang kecil. Jika dianalogikan leverage itu seperti tuas kalau dalam ilmu fisika, yaitu dengan tenaga yang kecil bisa mengangkat beban yang jauh lebih berat.

Penggunaan leverage dalam trading forex membuat Anda mampu memperdagangkan aset dengan nilai yang jauh lebih besar dibanding jumlah modal yang Anda setorkan. Misalnya leverage sebesar 1:100 memungkinkan trader untuk memperdagangkan jumlah yang 100 kali lebih besar. Jadi, Anda dapat memperdagangkan $100,000 dengan margin hanya $1000. Jika leverage yang diterapkan sebesar 1:200 berarti Anda dapat bertransaksi dengan jumlah 200 kali lebih besar dan seterusnya.
Untuk menghitung besarnya leverage berdasarkan margin yaitu dengan membagi nilai total transaksi dengan margin requirement. Margin Requirement (MR) adalah dana minimum yang dibutuhkan untuk bisa melakukan transaksi. Bisa juga diartikan, minimal jaminan yang harus disediakan trader agar bisa
melakukan transaksi.

Leverage berdasarkan margin = Total Nilai Transaksi / Margin Requirement

Perhatikan tabel dibawah ini :

Leverage

Leverage berdasarkan margin ini tidak selalu mempengaruhi resiko seorang trader. Anda menggunakan MR 1 atau 2 persen atau sebesar $1000 atau $2000 per lot transaksi tidak akan mempengaruhi terhadap profit loss Anda. Yang berbeda akibat leverage berdasarkan margin ini hanya besaran margin requirementnya, sehingga mempengaruhi besarnya lot maksimal yang bisa dibuka.
Contoh sebagai berikut, jika Anda mempunyai modal awal $10,000 dan dalam transaksi yang Anda lakukan tetap disiplin. Tiap transaksi hanya menggunakan volume 1 lot dan mempunyai batasan resiko $300. Jika sebelumnya broker mengharuskan MR sebesar $1000 per lot (leverage 1:100), maka jika kemudian karena leverage berubah menjadi 1:50, MR menjadi sebesar $2000 per lot. Pada dasarnya jika Anda masuk posisi lalu kena stop-loss yang sudah Anda tetapkan sebelumnya, kerugian Anda akan tetap sebesar $300. Tidak ada perbedaan.

Leverage tinggi akan membuat trader menjadi serakah, jadilah trader yang pintar ! Jangan jadi trader yang serakah ! Pengalaman membuktikan dengan leverage tinggi jika loss maka dana akan lebih cepat berkurang atau bahkan margin call, tidak percaya? silahkan buktikan sendiri anda gunakan leverage tinggi, maka anda akan jadi serakah dengan open lot sebesar-besarnya tanpa melihat daya tahan modal anda !

Di sisi lain leverage juga bisa begitu menyakitkan jika Anda mengalami kerugian. Misal jika Anda trading dengan menggunakan leverage 1:100 maka margin yangdibutuhkan untuk bertransaksi sebesar 1 lot (senilai $100,000) adalah $1000.
Dengan nilai satu pip senilai $1 (lima desimal), maka margin Anda akan habis jika ternyata Anda mengalami kerugian 1000 pips ($1 x 1000 = $1.000). Modal Anda bisa habis dengan sangat cepat.
Contoh lain dengan penggunaan leverage 1 : 50 seperti peraturan yang baru diberlakukan di negara kita saat ini, maka margin yang dibutuhkan untuk bertransaksi sebesar 1 lot adalah $2000. Dengan nilai per pips sebesar $1 (lima desimal), maka margin anda akan habis jika ternyata anda mengalami kerugian 2000 pips ($1 x 2000 = $2000).

Resiko lainnya dari penggunaan leverage yang terlalu tinggi yaitu datang dari sifat dasar manusia yaitu keserakahan. Jika tidak bisa mengontrolnya hal itu bisa membahayakan modal Anda. Hal yang tidak disadari dengan adanya leverage yang tinggi maka akan memberikan kesempatan kepada anda untuk melakukan transaksi dengan volume yang lebih besar dengan harapan untuk mendapatkan keuntungan yang besar dalam waktu singkat. Padahal, sebenarnya tingkat resiko yang Anda hadapi juga akan lebih besar.

Memilih Leverage 1:100 aman

Misalnya dengan leverage 1:100 dan modal awal sebesar $10,000, Anda bisa bertransaksi maksimal 10 lot setiap kali masuk posisi. Karena Anda merasa bisa bertransaksi dengan volume yang besar maka setiap kali masuk posisi anda bertransaksi sebesar 5 lot. Padahal tahukah Anda bahwa dengan jumlah lot yang semakin besar maka resiko Anda terkena margin call juga semakin besar?
Sementara dengan leverage 1:50 dan modal awal $10,000, Anda hanya mempunyai maksimal 5 lot. Dengan kondisi ini Anda tidak mungkin memaksakan diri bertransaksi dengan 5 lot seperti contoh di atas sebelumnya dan secara tidak langsung resiko anda terkena margin call juga semakin kecil.
Jadi, semakin besar leverage atau semakin kecil margin, semakin cepat Anda dihentikan karena kurangnya margin. Leverage yang lebih tinggi sering kali dianggap sebagai hal yang baik, tapi lebih sering lagi hal ini menyebabkan hancurnya akun seorang trader.

Jadi, masihkah Anda berpikir leverage 1:100 lebih merugikan dibandingkan leverage 1:888 atau bahkan 1:1000 dalam aktivitas trading Anda? Sepertinya tidak, jika Anda memang sudah menyimak fakta-fakta matematis di atas, semuanya sudah terbukti, leverage semakin tinggi ( 1:500 ke atas / 1:888 / 1:1000…etc) maka anda akan semakin serakah, open lot se besar-besarnya dengan modal sekecil-kecilnya yang pada akhirnya akun anda akan cepat margin call (MC), silahkan dicoba 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *